Rabu, 26 Agustus 2020 mengadakan kegiatan pembekalan prodi dalam menyusun kurikulum merdeka dengan narasumber Dr. Maman Suryaman, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta. Acara ini dimulai pukul 07.45 hingga pukul 10.15 yang diikuti oleh seluruh dosen UMP, Kaprodi, Wakil Dekan, Dekan, dan Wakil Rektor 1.

Salah satu amanat Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Pendidikan Tinggi adalah hak belajar tiga semester di luar program studi. Kebijakan yang populer dengan nama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (selanjutnya disingkat MB-KM) dimaksudkan untuk mewujudkan proses pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja, serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menentukan mata kuliah yang akan mereka ambil. Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, serta untuk mempersiapkan mahasiswa dalam dunia kerja sejak awal,.

Kebijakan tersebut berimplikasi kepada munculnya tuntutan kepada perguruan tinggi (PT) untuk merancang kurikulum dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran secara optimal. Mahasiswa diberikan kebebasan mengambil sks pembelajaran di luar program studi selama tiga semester, yang dapat diambil dari luar program studi dalam satu PT, serta di luar PT dan/atau non-PT. Artinya, mahasiswa difasilitasi untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna dalam dunia kerja. Dalam elaborasi operasional, pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan dengan mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada PT sesuai masa dan  beban  belajar dan  mengikuti  proses  pembelajaran  di  dalam  program  studi  untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana merancang kurikulum program studi yang relevan dengan dunia kerja?

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto melalui LPMPAI (Lembaga Penjaminan Mutu dan Aktivitas Instruksional) memfasilitasi proses perubahan kurikulum melalui berbagai pelatihan, pembuatan peraturan akademik, standardisasi RPS, pembuatan panduan perubahan kurikulum, pelatihan media daring, pelatihan onclass, dan berbagai kegiatan untuk mendukung penjaminan mutu akademik. Semua upaya bak gayung bersambut karena setiap dosen selalu berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diadakan. (Ly-2020).