Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar bimbingan teknis implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat program studi.


Bimbinan teknis yang digelar secara hibrida, yakni daring melalui aplikasi Zoom dan luring di Aula AK Ansori, Kantor Pusat UMP, Selasa (20/4), diikuti 45 peserta terdiri atas para Ketua Lembaga, Dekan, Wakil Dekan 1, Ketua Program Studi, Tim MBKM UMP, Tim Penekun Hybrid Learning, dan Biro Administrasi Akademik.


Turut hadir secara daring melalui aplikasi Zoom di antaranya sejumlah pejabat dari Universitas Muhammadiyah Sinjai, Institut Islam Studies Muhammadiyah (INISMU) Pacitan, dan Rektor beserta pejabat Universitas Muhammadiyah Palembang.


Kegiatan yang dimoderatori Dr Laily Nurlina MPd itu terbagi dalam tiga sesi dengan materi terdiri atas Bimtek Implementasi MBKB di UMP, Sosialisasi Kurikulum MBKM, dan Persiapan Perkuliahan Hybrid yang disampaikan Prof Sutrisno MAg, Wida Purwidianingsih SE MSc, dan Saefurrohman PhD. 

Saat menyampaikan materi secara hibrida di Aula AK Ansori, anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Sutrisno MAg memuji UMP yang mengalami kemajuan pesat dalam hitungan tahun.


"Persiapan MBKM juga sudah lebih maju, siap, lengkap, dan sesuai dengan Kemendikbud, sehingga patut dicontoh oleh universitas lain," katanya.


Dalam hal ini, Tim MBKM UMP telah menyiapkan peraturan akademik, panduan kurikulum MBKM, panduan Rencana Pembelajaran Semester-Outcome Base Education (RPS-OBE), Standar Operasional Prosedur (SOP), dan formulir untuk mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka. 


Sementara Wida Purwidianingsih SE MSc memaparkan hal-hal penting yang harus disiapkan oleh program studi sehingga memudahkan tim MBKM prodi mengubah kurikulum mereka, sedangkan Saefurrohman PhD memaparkan tentang kesiapan pembelajaran hibrida di setiap fakultas dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (*/tgr)