Kurikulum kampus merdeka menjadi tantangan baru bagi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto. LPMPAI (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pelaksanaan Aktivitas Instruksional) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Implementasi Kampus Merdeka Belajar dan Sosialisasi Instrumen  Akreditasi pada hari Rabu 17 Juni 2020 melalui zoom meeting. Pembicara pertama adalah Dr .Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P., Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, membahas banyak hal tentang bagaimana pelaksanaan kurikulum merdeka belajar yang lebih menekankan pada kompetensi mahasiswa dan softskill. Beliau mengapresiasi persiapan-persiapan yang telah dilakukan UMP dalam implementasi kampus merdeka. Para peserta sosialisasi sebanyak 91 dan mereka dapat bertanya langsung ke bu Paris. Diskusi berlangsung aktif dan banyak hal yang masih belum sempat dijawab karena keterbatasan waktu sehingga pertanyaan-pertanyaan peserta akan dikirim setelah kegiatan selesai.

Agenda kedua Sosialisasi Instrumen Akreditasi yang diisi oleh ketua LPMPAI bapak Watemin, SP.,M.P. yang membahas banyak hal tentang perubahan-perubahan konsekuensi dari pelaksanaan kampus merdeka. Program-program studi dapat perpanjangan akreditasi secara otomatis kecuali apabila ingin naik kelas, misalnya dari B ke A. Peserta sosialisasi yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan 1, Tim Penjaminan Mutu Fakultas, Kaprodi, Tim Penjaminan Mutu Program Studi dan wakil dosen bersiap untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pada mahasiswa. (LN)